"The Fowers Girl"
Menjadi diri yang lebih baik
Minggu, 02 Desember 2018
Minggu, 28 Agustus 2016
Cinta dan Teror
Cinta engkau hadir bagaikan sebuah teror..
Ketika akan menghadap Sang Maha Esa engkau tetap saja ikut..
Kau ikut kemanapun aku pergi..
Kau mengikutiku disetiap langkahku..
Setiap mata terbuka engkau selalu ada..
Bagaikan sebuah lagu ..
Kamu membuatku bahagia namun kau juga membuatku kesal..
Aku ingin jauh darimu tapi kau semakin mengejarku..
Ketika teror sebuah cinta datang membuat insan manusia serba salah..
Detik yang harusnya bermanfaat menjadi terabaikan karenanya..
Ilmu yang seharusnya bermanfaat menjadi tidak berguna karnanya..
Dia menerorku..
Cinta..
Engkau menerorku bahkan dalam alam mimpiku..
Alam mimpi yang seharusnya damai menjadi penuh dengan teror karnamu..
Kamu..
Iya..
Kamu..
Cinta yang menerorku..
Minggu, 17 Juli 2016
Rindu
Rindu..
Engkau mengetuk hati ini..
Membisikan sebuah nama yang terlarang..
Nama yang tak seharusnya..
Rindu..
Seharusnya engkau datang nanti..
Saat aku sudah halal untuknya..
Rindu..
Saat ini seharusnya engkau membisikan nama sang Rosul..
Dia utusan Illahi..
Dia sang tauladan umat..
Dia yang patut aku rindukan..
Namun..
Engkau membisikan lembut nama yang terlarang itu..
Ya Allah..
Maafkan aku..
Jika rindu ini membisikan namanya..
Nama yang belum halal untukku..
Ya Allah..
Ijinkan aku untuk bertemu dengan seseorang pilihanmu..
Dia yang tertulis di Luh Mahfuz..
Senin, 11 Juli 2016
Siapa ?
Suasana bandara yang cukup ramai menghampiri matanya. Gadis itu kini tengah menunggu seseorang di depan pintu ketibaan internasional. Ya, dia sedang menunggu ayah dan ibunya yang baru pulang dari Singapura.
Risa, gadis berusia 23 tahun yang bekerja sebagai asisten accounting di perusahaan ternama di Jakarta.
Tepatnya di PT Samsung Electronic Indonesia.
Dari jauh dia sudah melihat kedua orangtuanya melambaikan tangan. Dan Risa langsung melemparkan senyuman untuk keduanya.
"Ayah, ibu Risa udah kangen banget nih. Lama nggak nyicipin masakan ibu."
Ibunya mengelus kepalanya yang terbalut hijab dengan lembut.
"Duh, anak ibu manja betul. Kakakmu mana kog tidak ikut menjemput ayah sama ibu."
"Kak Raka lagi ada meeting penting katanya. Jadi aku sendiri sama mang ujang."
Mereka bertiga langsung menuju ke tempat parkir, disana mang Ujang sedang menunggu.
###
Mereka bertiga bercanda tawa dijalan menuju ketempat parkir mobil. Ayahnya yang sedang mendorong troly sesekali mengperhatikan riak wajah putri bungsunya itu. Kini putrinya sudah 23 tahun tapi belum ada tanda-tanda akan menikah. Bahkan setiap kali disodorkan biodata ta'aruf dia selalu menolak, sempat terfikir jangan-jangan dia diam-diam pacaran tanpa sepengetahuan orangtuanya.
"Ayah, kog melamun saja. Ada apa ayah ?"
Tanya putrinya.
"Apa kamu punya pacar ?"
Seketika, Risa langsung berhenti berjalan dan menatap tajam ayahnya.
"Apa ayah curiga denganku ? Atau ada sesuatu yang aneh dengan diriku ?"
Ibunya menyela, " nanti aja dirumah tanyanya."
Mereka lanjut berjalan dengan suasana hening.
###
Sesampainya dirumah Risa langsung menuju ke kamarnya. Dia lelah karena menunggu orangtuanya terlalu lama dibandara siang tadi. Dikamarnya dia merebahkan punggungnya, matanya yang sedikit berayun membuatnya terlelap dalam sekejab.
Ketika ibunya membuka pintu sudah didapati putrinya tengah terbaring tanpa mengganti baju, "mungkin dia kelelahan." Pikir ibunya.
==> to be continue
Rabu, 29 Juni 2016
Doa untuk sang Jodoh
Allah..
Mudahkanlah jalanku..
Jalanku menuju-Mu..
Mendekatkan diri ini untuk menggapai ridho -Mu ..
Allah..
Titip salam rinduku untuknya..
Untuk dia yang telah Engkau pilih..
Yang sudah Engkau tuliskan di Luh Mahfuz ..
Pertemukan kami dengan cara-Mu..
Dia yang akan menuntunku untuk lebih dekat dengan-Mu..
Ya Allah..
Engkau yang mengetahui apa yang ada dihati ini..
Engkau lebih mengetahui daripada diri ini..
Ya Allah..
Jauhkan aku dari mencintai seseorang melainkan karena-Mu..
Rabu, 15 Juni 2016
UKHUWAH FILLAH
Dalam hatiku langsung aku beristighfar memohon ampun kepada Allah ya Rahman. Betapa lalainya diri ini sampai lupa bahwa Rasulullah adalah motivator dan suri tauladan umat muslim didunia. Minggu, 12 Juni 2016
UNTUKMU, AYAH

Ayah,
kini aku sudah dewasa.
aku bukan lagi putri kecilmu yang manja.
Namun, aku ingin engkau tetap memanjakanku.
Rindu,
kata yang membuatku ingin menangis setiap mengingatmu.
Sayang,
kata yang sangat ingin aku bisikan saat aku disampingmu.
Penyesalan yang kutahan selama bertahun-tahun..
membuatku ingin selalu menangis..
Namun,
tangisan ini tidak akan pernah berarti..
sebanyak apupun bulir kristal ini mengalir..
tetap tak akan bisa mengembalikan waktu..
Aku hanya bisa berdoa untukmu..
memohon pada Sang Pemilik Cahaya..
agar Dia memberikan cahayanya ditempat tinggalmu.
Hanya doa yang bisa kuberikan untukmu.
Ayah,,
kini aku akan berjalan tanpa nasihat darimu.
aku berjalan sendiri..
menentukan hidupku dengan segala kentutuan-Nya..
aku ikhlas..
mungkin Dia lebih sayang padamu.
Salam Rindu dari Putrimu
***
