Sabtu, 11 Juni 2016

Mentari Hati

Hujan,,
titik indah yang dihadiahkan oleh sang Khaliq
ia datang tidak pernah sendiri..
ia datang beramai-ramai..
sehingga alunannya amat merdu..

Hujan..
seakan engkau tau bahwa hati ini tengah gundah..
bulir air yang menentes dari langit..
mungkin langit juga tengah bersedih..
atau mungkin langit mengerti akan hati ini..

cr. google.com/hujan
Hujan..
ketika engkau datang rasa lembut dan seger menyapa tubuh ini..
mendinginkan hati yang tengah gundah,,
mengamatimu membuatku hanyut..
hanyut dalam kisah masa lalu..

Namun,,
ketika engkau hilang dan digantikan sang mentari ..
aku tahu bahwa rasa dingin itu hanya sementara..
mentari menggantikanmu dan memberi rasa hangat..

Mentari hati..
seperti itulah engkau..
hadir memberi kehangatan..
hadir memberi cahaya..
hadir memberi kenangan dalam cerita hidup ini,,



Ketika engkau hilang,,
Mungkin akan terasa dingin dan gelap..
Namun,, 
Kehilanganmu membuatku merasakan hal yang lain,,

Dingin.. 
Rasa yang tidak begitu buruk.. 
Namun dalam kedinginan ada secercah harapan..
Harapan..
Mentari akan hadir kembali..
Membawa cahaya baru yang sinarnya lebih menghangatkan..
dan lebih memberi kehidupan..



***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar