Minggu, 12 Juni 2016

UNTUKMU, AYAH














Ayah,
kini aku sudah dewasa.
aku bukan lagi putri kecilmu yang manja.

Namun, aku ingin engkau tetap memanjakanku.
Rindu,
kata yang membuatku ingin menangis setiap mengingatmu.
Sayang,
kata yang sangat ingin aku bisikan saat aku disampingmu.

Penyesalan yang kutahan selama bertahun-tahun..
membuatku ingin selalu menangis..
Namun,
tangisan ini tidak akan pernah berarti..
sebanyak apupun bulir kristal ini mengalir..
tetap tak akan bisa mengembalikan waktu..

Aku hanya bisa berdoa untukmu..
memohon pada Sang Pemilik Cahaya..
agar Dia memberikan cahayanya ditempat tinggalmu.

Hanya doa yang bisa kuberikan untukmu.
Ayah,,
kini aku akan berjalan tanpa nasihat darimu.
aku berjalan sendiri..
menentukan hidupku dengan segala kentutuan-Nya..

aku ikhlas..
mungkin Dia lebih sayang padamu.

Salam Rindu dari Putrimu

***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar